Home / BERANDA / Ini Kronologis Kejadian Siswa SD kelas 4 Tenggelam Terseret Banjir
IMG-20190122-WA0028

Ini Kronologis Kejadian Siswa SD kelas 4 Tenggelam Terseret Banjir

tribratanewsngada.com – Kapolsek Aesesa, AKP Ahmad, SH kepada Humas Via Whatsapp, menjelaskan kronologis kejadian yang menimpa bocah yang akrab disapa Elvan itu.

Yoseph Stefandri Sura (10) siswa kelas 4 Sekolah Dasar Katolik Nataia Boanio Desa Olaia Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, ditemukan tewas terseret banjir, Selasa (22/1/2019) sekitar pukul 14.00 Wita.

AKP Ahmad menjelaskan sekitar pukul 13.00 Wita bertempat di kali Mati Kampung adat Boanio, Desa Olaia,Kec Aesesa, Kabupaten Nagekeo seorang bocah terseret banjir dan ditemukan telah meninggal dunia sekitar pukul 14.00 Wita.

Elvan merupakan warga RT 01 Dusun 1 Desa Olaia Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo.

“Menurut keterangan para saksi hahwa benar pada hari Selasa tanggal 22Januari 2019, sekitar pukul 13.00 Wita, korban bersama saksi dan rekan korban lainnya pulang dari sekolah hendak menuju ke rumah pada saat itu kondisi cuaca dalam keadaan hujan lebat yang mana jalan setapak selama ini sering di gunakan oleh korban dan teman – temannya melewati kali mati yang tidak ada jembatan namun di buat Krosway yang berukuran tinggi sekitar 1 m dan lebar sekitar 6 meter.

Sesampainya di Krosway tersebut korban bersama teman – temannya langsung menyebrang setelah menyeberang korban berbalik lagi dengan maksud untuk menyeberangkan adik perempuan korban atas nama Maria Pelagia, saat itu juga korban persis berada di tengah – tengah Krosway tiba-tiba Banjir datang dan menghanyutkan korban,” ujar AKP Ahmad.

Ia menjelaskan melihat kejadian tersebut para Saksi lari menuju kampung adat Boanio kurang lebih 100 meter untuk menyampaikan kejadian tersebut kepada masyarakat.

“Kemudian masyarakat langsung melakukan pencarian sepanjang kali Lowokeo dan sekitarnya. Pukul 14.00 Wita, korban ditemukan di Cek Dam yang jarak dari TKP awal kurang lebih sekitar 400 meter dalam keadaan sudah meninggal,” ujarnya.

Ia mengatakan tindakan kepolisian yaitu setelah mendapat informasi langsung mendatangi TKP namun sampai di TKP korban sudah di semayamkan di rumah korban.

Polisi kemudian melakukan koordinasi dengan Puskesmas Danga untuk melakukan Visum dan nelakukan pengambilan sidik jari terhadap korban.

“Tim medis melakukan pemeriksaan luar terhadap korban dan ditemukan sekujur tubuh
korban memar dan luka lecet akibat benturan. Keluarga korban menolak untuk di autopsi serta menerima kejadian tersebut adalah musibah,” tambah Kapolsek.

About ngada

Check Also

IMG-20190415-WA0001

Kapolres Ngada Pimpin Apel Pergeseran Anggota Ke TPS

tribratanewsngada.com – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ngada melaksanakan apel pelepasan pengamanan TPS yang dipimpin langsung Kapolres …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *