Yang Dibawah Umur Nekat Bawa Motor, Ini Sanksinya

Yang Dibawah Umur Nekat Bawa Motor, Ini Sanksinya

tribratanewsngada.com - Pengendara di bawah umur masih sering kita temukan. Bahkan kalau diperhatikan, kian hari jumlahnya semakin bertambah.

Senin, (29/07/18), Satuan Lalulintas Polres Ngada menahan pelajar SMP yang belum cukup umur sudah mengendarai kendaraan.

Kasat Lantas AKP Sudirman, S. Sos saat dikonfirmasi Humas mengatakan, para pelajar yang belum cukup umur sudah mengendarai kendaraan akan mendapatkan sanksi berupa membuat surat pernyataan yang ditandatangani orang tuanya dan kepala sekolah.

“Sanksi ini diberlakukan selama seminggu kedepan khusus bagi para pelajar yang belum cukup umur, namun setelah itu kita akan tindak sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, setiap sekolah yang ada dikota Bajawa sudah kami masuk dan memberikan himbauan kepada pelajar yang belum cukup umur tidak boleh mengendarai kendaraan.

Soal hukuman, belum ada aturan yang secara spesifik merujuk kepada anak supaya jera. Anak-anak yang tak memiliki SIM dan berkendara akan dikenakan pasal 281 UU no.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Ya mereka melanggar mengendarai sepeda motor tanpa SIM," ungkap Kasat Lantas.

Itu artinya pengendara anak akan dikenakan pasal yang sama dengan orang dewasa beserta dendanya.

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dengan pidana kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta," begitu bunyi pasal 281.

Memiliki SIM juga ada persyaratan k hususnya terkait soal umur. Sebagaimana diatur dalam pasal 81 ayat 1 dan ayat 2.

Untuk membuat SIM A, SIM C, dan SIM D usia minimal yang diizinkan adalah 17 tahun. Sementara SIM B I 20 tahun, dan pembuatan SIM B II dibutuhkan usia minimal 21 tahun.