Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ngada Gelar Terapi Kesehatan Mental USEFT untuk Warga Dusun Mari

Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ngada Gelar Terapi Kesehatan Mental USEFT untuk Warga Dusun Mari
Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ngada Gelar Terapi Kesehatan Mental USEFT untuk Warga Dusun Mari

TribrataNewsNgada Ngada-NTT – Dalam rangka mendukung Program Kerja Kapolda NTT bertajuk NTT Penuh Kasih sekaligus menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Ngada lewat Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) menggelar terapi kesehatan mental dengan metode USEFT (Ultimate The Source Body, Mind & Soul Emotional Freedom Technique) untuk warga Dusun Mari, Desa Bomari, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, pada Jumat (26/6/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung pukul 16.20 WITA dipimpin oleh PS. Kasi Dokkes Polres Ngada, Aipda Heribertus A.B. Tena, S.Tr.AK., M.Si., yang juga sudah tersertifikasi sebagai Konselor Terapi USEFT. Ada tiga warga yang ikut dalam terapi ini, dengan tujuan membantu menjaga kesehatan mental dan memberi rasa lebih tenang secara emosional.

 

Sebelum terapi dimulai, peserta terlebih dulu dikenalkan dengan metode USEFT, dijelaskan tujuan kegiatannya, lalu dibuat kesepakatan antara konselor dan peserta supaya proses terapi bisa berjalan dengan baik. Setelah itu, para peserta langsung mengikuti sesi terapi USEFT yang dipandu oleh konselor.

 

Setelah terapi selesai, para peserta mengaku merasakan perubahan yang cukup positif. Mereka merasa lebih tenang, nyaman, dan rileks dibanding sebelumnya. Mereka juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Polda NTT dan Polres Ngada karena sudah menghadirkan program terapi kesehatan mental yang dinilai sangat membantu masyarakat.

 

Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino, S.I.K., melalui PS. Kasi Dokkes Aipda Heribertus A.B. Tena, S.Tr.AK., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan mental masyarakat.

 

"Lewat program NTT Penuh Kasih, Polres Ngada bukan cuma hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tapi juga ikut membantu meningkatkan kesehatan mental warga. Kami berharap terapi USEFT ini bisa membantu masyarakat mengelola tekanan emosional, supaya kehidupan sehari-hari jadi lebih sehat, harmonis, dan produktif," ujar Aipda Heribertus.

 

Ia juga menambahkan bahwa terapi USEFT merupakan pendekatan yang menggabungkan unsur fisik, mental, emosional, dan spiritual, sehingga diharapkan bisa memberi dampak baik bagi kesejahteraan psikologis masyarakat.

 

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.