POLSEK RIUNG AMANKAN PENTAS BUDAYA TINJU ADAT TADHO “MBELA TADHO”, WUJUD KOMITMEN POLRI DALAM MENJAGA PELESTARIAN BUDAYA DAN KAMTIBMAS

POLSEK RIUNG AMANKAN PENTAS BUDAYA TINJU ADAT TADHO “MBELA TADHO”, WUJUD KOMITMEN POLRI DALAM MENJAGA PELESTARIAN BUDAYA DAN KAMTIBMAS
POLSEK RIUNG AMANKAN PENTAS BUDAYA TINJU ADAT TADHO “MBELA TADHO”, WUJUD KOMITMEN POLRI DALAM MENJAGA PELESTARIAN BUDAYA DAN KAMTIBMAS
POLSEK RIUNG AMANKAN PENTAS BUDAYA TINJU ADAT TADHO “MBELA TADHO”, WUJUD KOMITMEN POLRI DALAM MENJAGA PELESTARIAN BUDAYA DAN KAMTIBMAS

TribrataNewsNgada - Ngada-NTT – Polsek Riung melaksanakan pengamanan kegiatan Pentas Budaya Tinju Adat Tadho “Mbela Tadho” yang berlangsung di Lapangan Umum Bekek, Desa Tadho Tengah, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan budaya tahunan yang merupakan bagian dari warisan leluhur masyarakat adat Tadho tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

 

Pentas Budaya Tinju Adat “Mbela Tadho” dipimpin dan dibuka oleh Ketua Adat Suku Tadho, Kosmas Kama, serta dihadiri oleh Wakil Bupati Ngada Bernardinus Dhey Ngebu, S.P., Anggota DPRD Kabupaten Ngada Dapil Riung-Riung Barat Alexander Yohanes Songkares, Asisten I Setda Ngada Alfian, S.Sos., Plt. Camat Riung Emanuel Kora, S.Sos., M.Si., Kapolsek Riung IPDA Martinus Riang, para pimpinan OPD Kabupaten Ngada, unsur Forkopimcam Riung, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta sekitar 1.000 masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ngada menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan adat serta budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. Pentas Budaya Tinju Adat “Mbela Tadho” bukan hanya sekadar pertunjukan budaya, tetapi juga menjadi simbol persatuan, ungkapan syukur atas hasil panen, serta doa bersama untuk keberkahan kehidupan dan pertanian masyarakat Tadho di masa mendatang.

 

Sebanyak 53 pasangan petinju adat dari Suku Nanu dan Suku Wire turut ambil bagian dalam pentas budaya tersebut dengan menggunakan alat tinju tradisional berupa Wolet yang terbuat dari ranting pohon koli yang dibalut ijuk. Tradisi ini menjadi pusat aktivitas adat masyarakat Tadho yang sarat dengan nilai kebersamaan, sportivitas, dan penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.

 

Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino, S.I.K. melalui Kapolsek Riung IPDA Martinus Riang menyampaikan bahwa Polri mendukung penuh pelestarian budaya lokal yang dilaksanakan secara aman dan tertib sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

 

“Pentas Budaya Tinju Adat Tadho ‘Mbela Tadho’ merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur dalam mempererat persaudaraan dan memperkokoh identitas masyarakat adat. Kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen untuk memberikan rasa aman sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan kondusif,” ujar IPDA Martinus Riang.

 

Lebih lanjut, Kapolsek Riung menambahkan bahwa sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci terciptanya situasi kamtibmas yang aman selama pelaksanaan kegiatan budaya tersebut.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai persatuan, menjunjung tinggi sportivitas, dan bersama-sama melestarikan budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Dengan demikian, warisan budaya ini akan tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” tambahnya.

 

Selama pelaksanaan kegiatan, pengamanan dilakukan oleh personel Polsek Riung bersama Posramil 01 Riung dan Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Riung. Berkat kerja sama seluruh pihak, Pentas Budaya Tinju Adat Tadho “Mbela Tadho” yang berlangsung selama tiga hari, sejak 14 hingga 16 Juli 2026, berakhir pada pukul 14.15 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.