Ditengah Tenda Pengungsian, Kepedulian Hadir untuk Warga Terdampak Gempa Polri Polres Ngada Salurkan Bantuan di Riung
tribratanewsngada - Gempa bumi mungkin sudah berlalu, tapi luka dan rasa takut masih dirasakan warga terdampak. Di tenda-tenda pengungsian, bayi-bayi menangis, anak-anak mulai mencoba tersenyum lagi, sementara para lansia menjalani hari dengan berbagai keterbatasan.
Di tengah kondisi itu, ada pesan penting: warga terdampak tidak sendirian.
Pada Jumat (4/9/2026) pukul 09.00 WITA, personel Polres Ngada bersama Polsek Riung menyalurkan bantuan sosial dari donatur Ibu Nadin Damairia Budi, TA Bag. PK Biro Multimedia Divisi Humas Polri, dan Bapak Charles Setiadi kepada warga terdampak bencana pascagempa bumi di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.
Bantuan disalurkan langsung ke tenda pengungsian di posko mandiri yang berada di Kampung Toring, Desa Tadho Timur; Kampung Bekek, Desa Tadho Tengah dan Dusun Bajo, Desa Tadho.
Bantuan ini diberikan kepada warga yang membutuhkan perhatian khusus, yaitu bayi, balita, anak-anak sekolah, perempuan, dan lansia.
Untuk bayi dan balita, bantuan yang diberikan berupa susu SGM, kasur lipat, bubur SUN, popok, selimut bayi, dan minyak kayu putih. Anak-anak mendapat perlengkapan sekolah seperti buku dan pulpen. Sementara itu, para lansia menerima popok, susu, dan telur.
Sebanyak 124 paket bantuan disalurkan di tiga lokasi pengungsian.
Di Kampung Toring, Desa Tadho Timur, sebanyak 30 paket diberikan kepada 9 balita, 7 lansia, dan 14 anak-anak.
Di Kampung Bekek, Desa Tadho Tengah, sebanyak 8 paket disalurkan kepada 4 balita dan 4 lansia.
Sementara itu, di Dusun Bajo, Desa Tadho, sebanyak 86 paket diberikan kepada 24 bayi, 9 balita, 17 lansia, 28 anak-anak, dan 8 perempuan.
Lebih dari sekadar bantuan barang, kehadiran personel Polri di tengah pengungsian juga membawa rasa aman, perhatian, dan harapan.
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa, S.E., S.H., M.H., M.I.Kom., menyampaikan bahwa kepedulian kepada warga terdampak bencana merupakan bagian dari pengabdian Polri.
“Dalam situasi sulit seperti ini, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar bantuan. Mereka juga butuh kehadiran, perhatian, dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi semuanya sendirian. Polri akan terus hadir dan bersama masyarakat melewati masa pemulihan pascagempa.”
Menurut Kapolres, perhatian kepada bayi, balita, anak-anak, dan lansia menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Bantuan kebutuhan dasar diharapkan bisa meringankan beban warga sekaligus memberi dukungan moril bagi mereka yang masih berusaha pulih dari trauma akibat gempa.
Melalui Ops Aman Nusa II Turangga 2026, jajaran Polres Ngada terus memperkuat pelayanan kemanusiaan di wilayah terdampak agar masyarakat mendapatkan bantuan dan pendampingan yang dibutuhkan.
Karena setelah kehilangan rasa aman, seseorang kadang tidak membutuhkan kata-kata panjang. Mereka hanya butuh kehadiran yang menyampaikan pesan:
“Kami ada di sini. Kalian tidak sendiri.”
Dari tenda-tenda pengungsian di Riung, semangat itu terus dijaga.
Polri hadir untuk melayani.
Polri hadir untuk peduli.
Bersama masyarakat, kita bangkit.
#polriuntukmasyarakat
#PolriPresisi
#PoldaNTTPresisi
#NTTPenuhKasih
#polresngada
#humaspolresngada
#GempaFlores
#bangkitbersama

