Menembus Medan Terjal, Polri Polres Ngada Salurkan Bantuan dan Hadirkan Harapan bagi Warga
tribratanewsngada - Kondisi medan yang sulit tidak menghalangi Polri untuk hadir di tengah masyarakat. Dengan melintasi jalan tanah, bebatuan lepas, tanjakan tinggi, dan turunan terjal, personel Polres Ngada bersama Polsek Riung mendatangi masyarakat terdampak bencana di wilayah terpencil dan terisolasi, yakni Kampung Warunembu, Desa Nili Waru Sae, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 05/09/2026, sebagai bagian dari Operasi Aman Nusa II Turangga 2026. Agenda kegiatan meliputi penyaluran bantuan sosial dari para donatur, pelayanan kesehatan, serta terapi Universal Emotional Freedom Technique (USEFT) bagi masyarakat yang terdampak pascagempa bumi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., untuk memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat serta memberikan pelayanan, perlindungan, dan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana.
Di bawah kepemimpinan Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa, S.E., S.H., M.H., M.I.Kom., jajaran Polres Ngada terus berupaya memastikan bantuan dan pelayanan kepolisian dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah pelosok.
Perjalanan menuju Kampung Warunembu menjadi tantangan tersendiri. Pada awalnya, bantuan diangkut menggunakan kendaraan roda empat jenis pikap. Namun, setelah mencapai wilayah Desa Lanamai, kondisi jalan yang semakin sulit dilalui mengharuskan personel melanjutkan perjalanan menggunakan tiga unit kendaraan dinas roda dua Polri.
Jalan tanah dengan bebatuan lepas, tanjakan tinggi, dan turunan terjal harus dilalui demi satu tujuan, yaitu memastikan masyarakat di wilayah terisolasi tetap memperoleh perhatian dan bantuan.
Setibanya di Kampung Warunembu, personel menyerahkan sejumlah paket bantuan sosial kepada masyarakat. Bantuan tersebut ditujukan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, mulai dari bayi dan balita, anak-anak, hingga warga lanjut usia.
Bagi bayi dan balita, bantuan yang disalurkan berupa susu SGM, kasur lipat, bubur Sun, popok, selimut bayi, dan minyak kayu putih. Sementara itu, anak-anak menerima paket perlengkapan sekolah. Adapun bagi warga lanjut usia, bantuan yang diberikan berupa popok, susu, dan telur.
Selain menyalurkan bantuan kebutuhan sehari-hari, Polri juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Personel Sie Dokkes Polres Ngada melaksanakan pemeriksaan kesehatan, antara lain pengukuran tekanan darah, serta memberikan vitamin dan obat-obatan sesuai indikasi medis.
Masyarakat juga memperoleh terapi USEFT yang diberikan oleh Aipda Heribertus A.B. Tena, S.Tr.AK., M.Si., selaku PS. Kasi Dokkes Polres Ngada sekaligus konselor terapi USEFT. Terapi tersebut merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi dampak emosional dan trauma pascabencana.
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa, S.E., S.H., M.H., M.I.Kom., menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak boleh dibatasi oleh jarak maupun kondisi medan.
“Di mana masyarakat membutuhkan, di situlah Polri harus hadir. Medan yang sulit bukan alasan untuk tidak memberikan pelayanan. Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah terpencil dan terisolasi tetap memperoleh perhatian, bantuan, pelayanan kesehatan, serta dukungan untuk bangkit dari dampak bencana.”
Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian dan dukungan moril agar warga tidak merasa sendirian dalam menghadapi situasi pascabencana.
“Mungkin bantuan yang kami bawa tidak seberapa, tetapi kami berharap kehadiran personel Polri dapat memberikan semangat dan keyakinan kepada masyarakat bahwa mereka tidak sendiri. Polri akan terus bersama masyarakat dalam proses pemulihan,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Bintaran (PS. Kanit Binmas Polsek Riung), Aipda Heribertus A.B. Tena, S.Tr.AK., M.Si. (PS. Kasi Dokkes Polres Ngada), Aipda Emanuel Sua Laga (Bhabinkamtibmas Desa Wolo Weze Polsek Riung), Bripka Elvis Nenobais (Bhabinkamtibmas Desa Tahdo Polsek Riung), Briptu Muhamad Yusuf Hamsin (Banit Intel Polsek Riung), serta Bripda Arvand Jevito Kitu (BA Min Sie Humas Polres Ngada).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 Wita tersebut berlangsung hingga pukul 18.00 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif.
Dari jalan terjal menuju sebuah kampung yang jauh dari pusat keramaian, tersampaikan pesan sederhana dari Polri kepada masyarakat terdampak bencana:
Jarak boleh memisahkan, medan boleh menyulitkan, tetapi kepedulian tidak boleh berhenti.
Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan keamanan, tetapi juga ketika mereka membutuhkan uluran tangan, pelayanan, dan dukungan untuk kembali bangkit.
Polri Presisi – Hadir, Peduli, dan Mengabdi Tanpa Batas.

