Kapolsek Golewa Bersama Personel Pantau Korban dan Kerusakan Pascagempa di Wilayah Hukum Polsek Golewa

Kapolsek Golewa Bersama Personel Pantau Korban dan Kerusakan Pascagempa di Wilayah Hukum Polsek Golewa

tribratanewsngada - Pascagempa bumi yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 06.00 WITA, Kapolsek Golewa IPDA Ferdinandus H. Isu bersama personel langsung turun ke lapangan untuk memantau kondisi warga, korban, serta dampak kerusakan bangunan di sejumlah wilayah hukum Polsek Golewa.

‎Berdasarkan hasil pemantauan sementara, gempa mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, fasilitas umum, serta tanah longsor yang mengganggu akses jalan penghubung antarkecamatan.

‎Di Kecamatan Golewa, tercatat enam rumah warga mengalami kerusakan. Rumah milik Karno dan Ibu Ance Ngadhu di Desa Malanuza I mengalami kerusakan parah dengan bagian depan bangunan runtuh dan kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta.

‎Selanjutnya, rumah milik Wiltermus Raja di Desa Were I mengalami rusak berat dengan kerugian sekitar Rp75 juta. Rumah milik Yuliana Itu di Desa Were mengalami rusak berat dengan kerugian sekitar Rp30 juta.

‎Sementara itu, rumah milik Robertus Rowa di Wolokile, Desa Were I, mengalami rusak ringan dengan kerugian sekitar Rp15 juta. Rumah Servatius Sola di Kile, Desa Were I, mengalami rusak berat dengan kerugian sekitar Rp30 juta, sedangkan rumah Petrus Nono di Kile mengalami rusak ringan dengan kerugian sekitar Rp10 juta.

‎Di Kecamatan Golewa Selatan, gempa mengakibatkan kerusakan pada bagian atap Masjid Jami Nurulhuda Maumbawa. Rumah milik Hilarius Lako di Desa Nirmala juga mengalami kerusakan berat dengan kerugian diperkirakan Rp50 juta.

‎Selain kerusakan bangunan, terjadi pula tanah longsor di wilayah Wolongizu, Desa Boba, yang berada pada jalur penghubung Kecamatan Aimere dan Kecamatan Golewa Selatan melalui jalur pantai selatan.

‎Sementara di Kecamatan Golewa Barat, sejumlah rumah warga di Desa Sobo II dan Desa Rakalaba I mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga berat.

‎Di Dusun Waruwaja, Desa Sobo II, rumah milik Adrianus Neko mengalami rusak berat dengan kerugian sekitar Rp50 juta. Dalam kejadian tersebut, seorang warga bernama Marselinus Dandi Rai, 23 tahun, mengalami luka pada bagian lutut kanan, tangan kanan, dan pelipis kiri.

‎Rumah milik Stefanus Keo mengalami rusak berat dengan kerugian sekitar Rp60 juta. Rumah Yohanes Waso mengalami rusak ringan dengan kerugian sekitar Rp30 juta, sedangkan rumah Frederijus Lai mengalami rusak berat dengan kerugian sekitar Rp100 juta.

‎Di Desa Rakalaba I, rumah milik Marsianus Jawa mengalami rusak berat dengan kerugian sekitar Rp100 juta. Rumah Maria Kole mengalami rusak berat dengan kerugian sekitar Rp100 juta, sedangkan rumah Katarian Dhewa mengalami rusak total dengan kerugian sekitar Rp100 juta.

‎Rumah milik Ius Langa mengalami rusak berat dan satu unit sepeda motor Revo turut mengalami kerusakan, dengan total kerugian diperkirakan Rp70 juta. Sementara rumah milik Hermanus Lolo mengalami rusak berat dan satu unit sepeda motor Vixion mengalami kerusakan, dengan total kerugian sekitar Rp100 juta.

‎Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa, S.E., S.H., M.H., M.I.Kom., melalui Kapolsek Golewa IPDA Ferdinandus H. Isu, menyampaikan bahwa jajaran Polsek Golewa bergerak cepat melakukan pemantauan dan pendataan dampak gempa sebagai bentuk respons kepolisian terhadap kondisi masyarakat.

‎“Personel Polsek Golewa telah turun langsung ke sejumlah lokasi untuk memantau kondisi warga, mendata kerusakan, dan memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan maupun longsor,” ujar Kapolsek Golewa.

‎Kapolsek juga mengingatkan masyarakat yang berada di sekitar bangunan yang mengalami kerusakan agar tidak memaksakan diri untuk masuk ke dalam rumah sebelum dinyatakan aman, serta segera melaporkan apabila terdapat kerusakan tambahan maupun warga yang membutuhkan bantuan.

‎Hingga saat ini, pendataan terhadap dampak gempa masih terus dilakukan oleh personel di lapangan. Masih terdapat sejumlah rumah warga lainnya yang dalam proses pendataan, dan laporan lengkap akan disampaikan setelah seluruh data berhasil dihimpun.

‎Kepolisian bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan situasi serta memberikan respons terhadap kebutuhan masyarakat pascagempa.

‎Polres Ngada - Nyata Giat, Aman Damai dan Amanah.