LARIK, WARISAN BUDAYA MASYARAKAT RIUNG: POLSEK RIUNG HADIR KAWAL PENTAS ADAT DI DESA LATUNG

LARIK, WARISAN BUDAYA MASYARAKAT RIUNG: POLSEK RIUNG HADIR KAWAL PENTAS ADAT DI DESA LATUNG

tribratanewsngada - Sekitar 300 warga masyarakat adat Desa Latung, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, memadati Mbarungkeli untuk menyaksikan Permainan Adat dan Pentas Budaya Larik, Sabtu (31/10/2026). Kehadiran personel Polsek Riung dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pelestarian kearifan lokal sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.

‎

‎Pentas budaya yang dimulai pukul 11.00 WITA itu dibuka oleh Penjabat Kepala Desa Latung, Fransiskus Kadang, didampingi para Ketua Suku Desa Latung. Turut hadir Bhabinkamtibmas Desa Latung Aipda Nasrulah yang mewakili Kapolsek Riung, Babinsa Serka Yosef Stefan Fono yang mewakili Danposramil 01 Riung, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para peserta permainan adat.

‎

‎Dalam sambutannya, Fransiskus Kadang mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan Larik sebagai identitas budaya sekaligus warisan leluhur yang memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat adat.

‎

‎Ia juga mengingatkan para peserta agar menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan pentas budaya tersebut sebagai momentum mempererat persaudaraan dan membangun hubungan kekeluargaan antarsesama masyarakat.

‎Larik bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi tradisi yang merepresentasikan identitas dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Riung.

‎

‎Larik merupakan tari perang sekaligus permainan rakyat yang mempertemukan dua penari laki-laki dalam sebuah atraksi ketangkasan menggunakan cambuk tradisional (Larik) dan perisai (Nggiling). Salah seorang pemain berperan sebagai penyerang dengan menggunakan cambuk, sedangkan pemain lainnya bertahan menggunakan perisai.

‎

‎Tradisi tersebut biasanya dipentaskan sebagai ungkapan syukur kepada leluhur setelah musim panen atau dalam pelaksanaan upacara adat besar. Melalui atraksi ini, masyarakat tidak hanya mempertahankan tradisi turun-temurun, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Ngada kepada masyarakat luas.

‎

‎Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa, S.E., S.H., M.H., M.I.Kom., melalui Kapolsek Riung IPDA Martinus Riang, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi adat Larik.

‎

‎Kapolsek Riung menegaskan bahwa keberagaman adat dan budaya merupakan kekayaan daerah yang harus dijaga bersama. Pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab tokoh adat dan pemerintah desa, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus warisan leluhur.

‎

‎Kapolsek Riung juga mengajak masyarakat untuk terus memelihara persatuan, menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama berlangsungnya setiap kegiatan adat.

‎

‎Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat, personel Polsek Riung melaksanakan pengamanan dan monitoring di lokasi kegiatan. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan sehingga masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian pentas budaya dengan aman dan nyaman.

‎

‎Pentas Larik merupakan puncak dari rangkaian kegiatan adat masyarakat Desa Latung, yang sebelumnya diawali dengan ritual adat, perburuan adat, dan pasar adat. Seluruh rangkaian tradisi tersebut menjadi gambaran kuatnya ikatan sosial, penghormatan terhadap leluhur, serta identitas budaya masyarakat setempat.

‎

‎Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat dalam merawat persatuan, menghormati kearifan lokal, dan melestarikan warisan budaya bangsa.

‎

‎#polisibersamamasyarakat 

‎#poldantt 

‎#polresngada 

‎#humaspolresngada 

‎#PolsekRiung 

‎#BudayaLarik 

‎#BudayaNgada 

‎#PelestarianBudaya 

‎#KearifanLokal